Ad
Ad

Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria di Kemenko Pangan, Senin (29/9/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra

Proyek hilirisasi Dimethyl Ether (DME) dari batubara oleh Danantara Indonesia mengalami penundaan pembangunan tahap awal atau groundbreaking. Proyek DME dijadwalkan dibangun hari ini, Jumat (6/2/2026), bersama dengan sejumlah proyek lainnya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa penundaan ini terjadi karena mereka masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan teknologi yang akan digunakan.

Pria yang juga Kepala BP BUMN itu menjelaskan bahwa pemilihan teknologi merupakan langkah kritis. Tujuannya agar produk akhir DME memiliki harga yang kompetitif dan dapat diserap pasar dengan baik.

"Kami sedang menentukan teknologi yang akan kami pakai. Tentunya teknologi yang kami pakai akan menentukan outputnya juga kompetitif. Kami tidak mau nanti output gasnya itu tidak kompetitif dan akhirnya tidak diserap oleh pasar," ujar Dony di Wisma Danantara, usai acara groundbreaking 6 proyek hilirisasi fase I di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Dony menambahkan, penundaan groundbreaking DME juga mengikuti arahan CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk melakukan kajian yang sangat detail sebelum proyek dimulai.

Dony menyebut, proses ini penting untuk memastikan kelayakan dan keberlanjutan proyek DME yang berlokasi di area PT Bukit Asam.

Meski tertunda, Dony memberikan sinyal optimis bahwa proses persiapan akan segera tuntas. Ia memproyeksikan pengumuman resmi dan pelaksanaan groundbreaking dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Insyaallah mudah-mudahan yang DME akan segera kita announce dalam 1-2 bulan ini. Mungkin 1 bulan ya, 1 bulan ini akan kita announce mengenai groundbreaking untuk DME di Bukit Asam," tambahnya.

Proyek DME merupakan bagian dari program hilirisasi batubara dalam negeri yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor elpiji.

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (mt) pada 2026. Sementara itu, produksi domestik hanya sebesar 1,3 juta hingga 1,4 juta mt.

Adapun, Danantara telah melakukan groundbreaking untuk enam proyek hilirisasi di enam lokasi berbeda pada hari ini. Proyek ini bernilai Rp118 triliun yang seluruh anggarannya diemban Danantara.

Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi
  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi
  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi
  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi
  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi
  • Proyek DME Batu Bara Tertunda, Danantara Masih Pilih Teknologi

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad