Menumbuhkan Keberanian pada Anak Perempuan Sejak Dini
![]() |
| Header Diajeng Anak Perempuan Pemberani. FOTO/iStockphoto |
Bagaimana orang tua bisa mendukung tumbuh kembang anak perempuan agar memiliki keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan ini tentu menjadi penting di tengah pola asuh yang kerap menempatkan anak perempuan dalam ruang “aman”, sehingga diharapkan jadi pribadi yang tenang, penurut, dan tidak banyak mengambil risiko.
Padahal, keberanian bukanlah sifat bawaan yang otomatis dimiliki sejak lahir. Keberanian adalah keterampilan hidup yang dapat diasah sejak dini, termasuk pada anak perempuan.
Keberanian juga tidak selalu berarti tidak merasa takut.
Lebih dari itu, keberanian adalah kemampuan untuk tetap melangkah meski ada rasa ragu, berani mencoba hal baru, berani menyampaikan pendapat, berani mengambil risiko yang sehat, dan berani memercayai diri sendiri.
Strategi Mendidik Anak Perempuan Pemberani
Peran orang tua jadi sangat penting untuk mendukung tumbuhnya keberanian tersebut, sebut di antaranya melalui pola asuh, contoh nyata, dan ruang aman untuk belajar serta berkembang.
Bangun Keberanian melalui Dukungan Emosional
Orang tua bisa mulai dengan mengenali emosi anak dan memberi ruang bicara, sehingga anak merasa aman untuk mengungkapkan perasaan, termasuk ketakutan atau keraguannya. Namun begitu, sebelum meminta anak untuk berani bicara, ada baiknya orang tua becermin pada diri sendiri, "Bagaimana reaksi kita ketika anak menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita?"
Menurut Kristen Wint dalam tulisannya di situs More Time Moms, dukungan emosional berarti hadir dengan kepercayaan, bukan ketakutan.
Menahan untuk menjaga emosi diri perlu dilakukan agar tidak mematahkan semangat anak. Berikan anak ruang untuk gagal tanpa dihakimi, dukunglah anak dalam pilihan-pilihannya meski terasa di luar kebiasaan.
Ketika anak perempuan merasa aman secara emosional, ia belajar bahwa keberanian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan sesuatu yang boleh dipelajari, perlahan, dengan dukungan penuh dari orang-orang terdekatnya.
Dorong Anak untuk Mengambil Risiko yang Sehat
Keberanian tumbuh ketika anak diberi kesempatan mencoba hal baru meski ada kemungkinan gagal. Terapis okupasional Ann Kumpft menulis di Go Skipping Tones, orang tua dapat membantu anak perempuan melangkah keluar dari zona nyaman dengan membuka ruang untuk risiko-risiko kecil yang terukur dan aman.
Orang tua bisa belajar membiarkan mereka bermain di luar dan terluka (karena nanti bisa diplester), mengizinkan mereka mendaftar kegiatan ekstrakurikuler yang terasa asing, atau berani mengangkat tangan untuk berbicara di depan kelas.
Setiap keberhasilan kecil, bahkan keberanian untuk mencoba, menjadi bekal penting yang menguatkan keyakinan anak bahwa ia mampu menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
Jadilah Contoh Keberanian yang Nyata
Anak perempuan belajar keberanian dengan mengamati, bukan hanya mendengar nasihat. Situs Raising Teens Today menggarisbawahi pentingnya menunjukkan ke anak bagaimana cara orang tua menghadapi stres, kegagalan, dan ketakutan sehari-hari.
Ketika orang tua menunjukkan keberanian dan ketabahan yang sehat dalam menjalani hidup, anak pun belajar melakukan hal yang sama.
Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.

Posting Komentar