Ad
Ad

Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?

Header Diajeng Pedoman Cegah Pelecahan Gender di Kantor. foto/Quita

Apa yang tebersit di benakmu ketika mendengar kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja?

Disentuh pada bagian tubuh yang tidak diinginkan, digoda berkali-kali untuk pergi berkencan oleh orang yang tidak disukai, dijadikan objek lelucon atau dipertunjukkan lelucon yang sarat unsur seksisme, dikomentari yang terkait dengan kondisi fisik atau intelektualitas?

Di Australia, pada 2022 lalu, Australian Human Rights Commission pernah meriis survei nasional terkait kasus pelecehan seksual di tempat kerja.

Hasilnya, terungkap bahwa 77 persen orang pernah dilecehkan secara seksual di tempat kerjanya oleh laki-laki.

Berdasarkan data korban yang dilecehkan oleh laki-laki selama lima tahun terakhir, sebesar 91 persen korban adalah perempuan dan 55 persen korban laki-laki.

Realitasnya, pelecehan seksual tidak hanya terjadi di ruang kantor, tapi juga bisa terjadi di konteks sosial lain yang melibatkan kehadiran sesama rekan kerja, misalnya pesta akhir tahun atau perayaan acara kantor lainnya, bahkan sesimpel kumpul-kumpul makan bersama.

Hal ini menjadi perhatian Michelle Tuckey dan Nicole Moulding dari University of South Australia yang tengah melakukan proyek penelitian tentang upaya pencegahan pelecehan seksual di tempat kerja.

Dikutip dari tulisan mereka di The Conversation pada November 2025 lalu, penyintas pelecehan kerap menekankan ketiadaan saksi dan kondisi terisolasi sebagai faktor yang perlu diwaspadai.

Faktor lainnya adalah kedekatan lokasi. Pelecehan bisa terjadi di lokasi acara sosial kantor berlangsung. Pelecehan bisa juga terjadi di dalam mobil menuju ke atau dari lokasi acara, yang tidak memungkinkan korban untuk keluar menyelamatkan diri.

Apabila kita menjadi saksi (bystander) atau melihat langsung kolega yang tengah dilecehkan, kita harus segera bertindak.

Jika kurang nyaman menegur langsung pelaku, kita bisa mencoba membuat distraksi dengan menginterupsi mereka, lalu mengajak korban bicara dan pergi menjauh dari pelaku, atau setidaknya memberikan sinyal pada korban bahwa kita "ada" untuk mereka.

Masih melansir tulisan Tuckey dan Moulding, ketika ada kolega yang bercerita pada kita tentang pengalamannya dilecehkan, jangan sampai kita mempertanyakan atau meragukan penuturannya.

Yang harus kita lakukan adalah menawarkan ruang aman bagi mereka, misalnya dengan merespons seperti berikut, "Aku turut prihatin atas yang kamu alami. Terima kasih sudah cerita, ya. Kondisimu sekarang bagaimana? Apa yang bisa kubantu supaya kamu merasa aman?"

Disclaimer: Semua artikel yang ada di blog ini hanyalah contoh atau dummy untuk keperluan pembuatan dan demo template Blogger. Kontennya tidak mencerminkan informasi atau berita yang sebenarnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?
  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?
  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?
  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?
  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?
  • Cegah Pelecehan di Tempat Kerja: Apa yang Harus Dilakukan?

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad